Lambang Kaligrafi
Burung merupakan ciri khas dari Bpk. Gondo Soewandito. Pada kaligrafi
burung terdapat 4 buah kaki, dimana satu buah kaki diantaranya agak
menjorok ke dalam. Hal itu menggambarkan ada 4 nafsu, yaitu: Nafsu Sufiah (letaknya di mata, warnanya kuning), Nafsu Amarah(letaknya di kuping, warnanya merah), Nafsu Lawamah (letaknya di mulut, warnanya hitam) dan Nafsu Mutmainah
(letaknya di hidung, warnanya putih). Hanya Nafsu Mutmainah yang
mengajak ke arah yang benar. Tiga nafsu lainnya cenderung megajak ke
arah yang merugikan.
Nafsu dinyatakan sebagai hiasan hidup. Maka
tidak harus dimatikan, tetapi perlu untuk dikendalikan. Nafsu hendaknya
dijadikan pendorong, berupa tekad yang kuat untuk maju dalam meraih
sukses hidup dunia dan akherat.
Burung yang hendak terbang ke
angkasa membutuhkan kekuatan tertentu untuk melontarkan badannya ke
udara. Untuk itu dibutuhkan adanya tumpuan, misalnya dahan sebuah pohon.
Tumpuan ini dilukiskan oleh tiga buah garis di bawah kaki burung pada
kaligrafi. Kiranya hal itu sama dengan kalau orang akan meluncurkan
roket ke bulan misalnya. Agar dapat meninggalkan tempat peluncuran,
dibutuhkan ledakan yang melebihi kekuatan daya tarik bumi. Itupun tidak
dapat langsung menuju sasaran. Disebabkan oleh adanya daya tarik bumi,
maka sebelum meninggalkan orbit bumi, roket akan terbang mengelilingi
bumi beberapa kali. Pertama dalam bentuk elips, kemudian menuju
lingkaran yang kian membesar, sampai pada suatu saat di mana daya tarik
bumi mencapai titik terlemah, kembali diadakan ledakan, agar roket dapat
keluar dari orbit bumi dan masuk ke orbit bulan. Tumpuan bagi burung
atau ledakan untuk meluncurkan roket mempunyai persamaan dengan tekad
yang bulat yang tidak tergoyahkan dalam usaha untuk mencapai suatu
cita-cita atau ideal bagi manusia.
Burung dalam kaligrafi
mempunyai jambul yang terdiri dari tiga garis di atas kepala, yang
menunjukkan tri tunggal. Dalam pengertian Islam terdiri dari Allah,
Muhammad dan Adam, yang mulai tampil sewaktu Tuhan mulai menggelar jagad
raya ini. Sebelumnya yang ada hanyalah gelap gulita dan kesunyian
meliputi suasana. Yang ada untuk pertama kalinya adalah Nur. Nur itu
datang dari Allah, maka disebut Nurullah. Ia itu Ruh yang mempunyai
sifat terpuji, oleh karena itu disebut Muhammad. Muhammad pada
gilirannya juga memancarkan Nur, disebut Nur Muhammad. Ini adalah
hakekat Adam. Dalam hal ini kata "Adam" maksudnya bentuk alam tiga
dimensi. Misalnya bentuk jagad raya, bentuk manusia, dan bentuk negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar