Kecanggihan teknologi sekarang ini kerap
menjadi media alternatif para pelaku bisnis untuk memasarkan produknya.
Mereka juga tidak kehabisan akal untuk berusaha mendekatkan diri dengan
para calon konsumen dengan cara memiliki berbagai akun sosial media
yang kini tengah menjadi pusat perhatian di kalangan anak muda, terutama
di Indonesia. Hal ini tentu sama-sama mempermudah kedua pihak, baik
dari para penjual maupun calon konsumen. Para pemilik produk menjadi
lebih mudah untuk menawarkan produknya disertai dengan informasi detail
mengenai produk, cara pemesanan, hingga cara pembayaran yang menggunakan
metode transfer antar bank. Konsumen menerima informasi dengan cara
lebih mudah dan fleksibel karena tidak perlu mengunjungi toko
konvensionalnya sehingga dapat menghemat lebih banyak waktu dan biaya.
Kemudahan seperti ini bukan
berarti sepenuhnya baik dan sama-sama saling menguntungkan baik produsen
atau pemilik produk dengan calon konsumennya. Dari sisi konsumen,
ketidakmampuan untuk mengendalikan diri ketika menginginkan sebuah
barang yang sebenarnya bukan sebuah kebutuhan bisa mengarahkan seseorang
pada belenggu hutang kartu kredit dan tidak mampu memenuhi kebutuhan primer
nya sendiri. Celakanya lagi jika para konsumen akhirnya memilih
alternatif untuk berhutang kepada keluarga, rekan, atau bank dengan
alasan tertentu sehingga mendapatkan ‘jawaban sementara’ untuk
penyelesaian masalah ekonominya. Padahal, alternatif ini nantinya juga
akan menimbulkan permasalahan yang sama: hutang yang harus dibayar.
Untuk menghindari kejadian seperti
ini, jawaban yang paling tepat adalah pengendalian diri. Pengendalian
diri ini tidak hanya soal bagaimana mengatur nafsu lapar mata, namun
juga mengatur masa depan dengan berbagai kegiatan yang sebetulnya sangat
penting dan krusial. Kebiasaan preventif yang harus dibangun sejak dini
ini memiliki efek menghindarkan Anda dari kebiasaan hutang yang mungkin
Anda miliki ketika menghadapi masalah keuangan yang mendesak. Unexpected event
sangat mungkin terjadi dan resiko ini cukup besar harganya bila Anda
tidak memiliki persiapan, misalnya dari segi finansial. Maka, penting
untuk memiliki kebiasaan berhemat sebagai salah satu bentuk pengendalian
diri Anda. Selain itu kebiasaan berhemat juga memiliki manfaat lain
bagi Anda sendiri seperti memiliki dana cadangan untuk membangun masa
depan karir, modal wirausaha, sebagai dana pensiun, serta tidak perlu
bergantung pada asuransi kesehatan.
Mengingat pentingnya berhemat
sebagai salah satu bentuk pengendalian diri ini, berikut 12 cara untuk
hidup hemat yang bisa dilakukan.
1. Prioritas: Kebutuhan dan keinginan
Prioritas via cdn.bisnisukm.com
Hal ini merupakan salah satu cara
yang cukup ampuh dalam menekan pengeluaran Anda. Jadwalkan belanja
dengan daftar yang pasti akan Anda gunakan setiap bulannya. Jangan
memasukkan barang atau hal-hal yang bersifat keinginan ke dalam daftar
prioritas. Ingat, Anda bisa hidup tanpa harus nonton film di bioskop
satu bulan sekali, tapi Anda tidak bisa hidup dengan hanya makan satu
bulan sekali, minum satu bulan sekali, mencuci baju satu bulan sekali.
Jelas sekali perbedaan antara kebutuhan dan keinginan yang sifatnya
hanya kepuasan sementara.
2. Pengeluaran < Pendapatan
Pengeluaran dan Pendapatan via farzadlaw.com
Merasa pengeluaran Anda tidak
seberapa? Kalau begitu jelas Anda tidak diperkenankan untuk secara
semena-mena menghambur-hamburkan uang demi kepentingan yang sifatnya
sebuah keinginan, bukan keperluan. Usahakan Anda tidak perlu berhutang
untuk memenuhi kebutuhan yang setiap waktunya mempengaruhi kelangsungan
hidup Anda. Dilihat dari sisi psikologis, kebiasaan berhutang juga tidak
baik karena menimbulkan perasaan tidak tenang, selalu cemas, serta
gelisah.
3. Menjaga Kesehatan
Menjaga Kesehatan via businessnewsdaily.com
Salah satu cara hidup hemat adalah
dengan senantiasa menjaga kesehatan. Lalu, apa hubungannya kesehatan
dengan pola hidup hemat? Pola hidup sehat akan meminimalisir Anda
terkena penyakit yang membutuhkan bantuan dokter untuk menanganinya.
Jelas ketika Anda menggunakan jasa dokter Anda akan membutuhkan
pengeluaran yang jumlahnya relatif tidak sedikit. Hal ini akan
berpengaruh pada jumlah pengeluaran Anda yang bisa jadi lebih tinggi
daripada pendapatan Anda setiap bulannya. Ketika hal ini menjadi sebuah
kebiasaan, pada akhirnya Anda akan selalu merasa kekurangan untuk
memenuhi hal-hal yang sifatnya memang sebuah kebutuhan.
4. Bijak Dalam Berbelanja
Bijaklah Dalam Berbelanja via cdn.phillymag.com
Perlu Anda sadari bila Anda lebih
menyukai belanja di supermarket yang terkenal bersih dan sejuk, mereka
juga menggunakan jasa pemasaran yang selalu bisa mengundang Anda untuk
masuk dan berbelanja di toko mereka dengan teknik-teknik tertentu. Bila
Anda telah masuk dalam toko, kecenderungan Anda untuk membeli
barang-barang yang bukan kebutuhan semakin tinggi. Hal yang perlu
disadari di sisi lain ialah dengan menjual jasa, mereka mematok harga
yang lebih tinggi untuk sebuah barang yang sebenarnya bisa Anda dapatkan
dengan lebih murah di tempat lain, misalnya di pasar.
5. Fasilitas Berlibur Murah
Berlibur via api.ning.com
Setiap orang pasti membutuhkan rekreasi untuk refreshing
dari kepenatan bekerja. Akan tetapi, perhatikan bahwa pengeluaran Anda
untuk berlibur tidak perlu mencapai angka fantastis. Ingat, Anda
berlibur untuk melepas kepenatan Anda dari rutinitas bekerja, bukan
menambah beban dan masalah finansial akibat tidak selektif dalam memilih
fasilitas berlibur. Anda bisa berhemat ketika berlibur dengan membeli
tiket penerbangan dengan harga promo, hotel yang tidak perlu berbintang
lima, menggunakan kartu kredit khusus travelling,
atau bahkan Anda tidak perlu mengharuskan diri berlibur hingga ke luar
negeri. Jangan memaksakan hal yang Anda rasa tidak mampu dan tidak
perlu.
6. Membawa Bekal
Membawa Bekal via whiskpaperscissors.files.wordpress.com
Kebiasaan satu ini juga akan
mengantarkan Anda sebagai pribadi yang memiliki prinsip hidup hemat.
Hemat pangkal kaya dan hal ini dimulai dari kebiasaan kecil. Bawalah
selalu bekal yang disiapkan dari rumah daripada Anda membeli makanan di
luar (yang biasanya dijual dengan harga yang dipatok bisa hingga lima
kali lipat). Selain menghemat pengeluaran Anda, membawa bekal dari rumah
sudah lebih jelas kebersihan dan gizinya.
7. Membeli barang-barang Investasi
Emas Untuk Investasi via airportplazajewelers.com
Anda merasa memiliki uang lebih
dan menyadari bahwa Anda tidak cukup ‘kuat’ untuk membawa banyak dana?
Jika memang begitu, Anda bisa mengalihkan dana cair Anda menjadi bentuk
barang yang memiliki nilai investasi seperti emas dan tanah. Dua barang
ini merupakan contoh barang investasi dengan kemungkinan rugi yang
sangat kecil dan jarang mengalami penurunan nilai, apalagi harga tanah.
Hal ini bisa membantu Anda untuk memperkecil jumlah dana cair yang siap
pakai dan berpotensi bisa langsung dibelanjakan.
8. Go Green
Go Green via nowtowowhygiene.com
Sikap ramah terhadap lingkungan
juga bisa menyelamatkan Anda dari belenggu hutang dan menumbuhkan sikap
hemat dalam hidup Anda. Bagaimana caranya? Terapkan dalam kebiasaan
hidup Anda sehari-hari seperti menghemat penggunaan listrik (mematikan
saklar ketika lampu tidak sedang digunakan), menghemat penggunaan air,
menggunakan kendaraan sepeda untuk menjangkau tujuan yang berjarak
kurang dari 5 kilometer dari rumah Anda. Sikap-sikap yang turut membantu
pelestarian bumi ini juga turut membantu Anda merealisasikan sikap
hidup hemat.
9. Jangan Meremehkan Uang Receh
Kumpulkan Uang Receh Anda via torange.us
Besar nominal yang dimiliki memang terkesan kecil tetapi Anda tidak pernah tahu bahwa kumpulan uang receh ini
bisa menjadi besar nominalnya dan mungkin menyelamatkan Anda di
saat-saat terdesak. Hindari kebiasaan untuk langsung ‘mengamalkan’ uang
receh tiap kali menerimanya sebagai kembalian. Lebih baik kumpulkan
dalam satu tempat tertentu seperti sebuah toples dan ketika dirasa telah
cukup banyak, tukarkan uang receh itu dengan uang kertas yang
nominalnya sama.
10. Menerapkan Pola Hidup Sederhana
Menerapkan Pola Hidup Sederhana via static1.squarespace.com
Meski Anda berpenghasilan 10 juta
ke atas setiap bulannya, hal itu tak akan menjamin Anda untuk selalu
menjadi orang kaya. Orang yang dianggap kaya bisa menjadi kaya karena
ketekunannya dalam mengumpulkan pundi-pundi rupiah lewat kerja keras
mereka dan sangat menjaga pendapatan mereka dengan selektif dalam
membuat pengeluaran. Pola hidup sederhana adalah cara yang paling ampuh
dalam mempertahankan kekayaan sekaligus menjadi pola hidup terbaik yang
paling cocok dengan sikap hidup hemat.
Baca Juga : 5 Cara Ampuh Dalam Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga
11. Disiplin Dalam Menabung
Displin Dalam Menabung via cache-blog.credit.com
Kebiasaan disiplin dalam menabung merupakan
sikap yang bersifat wajib dalam mewujudkan pola hidup hemat. Anda
mungkin memiliki keinginan untuk aman secara finansial saat pensiun dari
pekerjaan Anda sekarang, tetapi Anda tidak disiplin untuk menyisihkan
sebagian penghasilan untuk periode yang sudah Anda tetapkan sendiri.
Jelas kemungkinan keamanan finansial Anda di usia senja lebih rentan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar