Senin, 24 Oktober 2016

MENGENAL PPS PANCA DAYA

Pendahuluan
Dalam usianya yang relatif muda, PPS. Panca Daya telah mengembangkan sayapnya hampir
ke seluruh pelosok tanah air yang kita cintai ini. Sebagian besar dari para ikhwan hanya tertarik
pada tenaga dalam untuk kepentingan beladiri semata. Padahal tenaga dalam yang kita manfaat-
kan adalah perwujudan dari kenyataan
bahwa manusia sesungguhnya tiada daya dan tiada upaya, melainkan hanya bersandar pada kekuasaan Tuhan yang tiada batas. Maka kita sebut Tenaga Dalam Sejati. Tenaga ini bisa dipergunakan untuk mencukupi berbagai keperluan yang meliputi segenap seluk-beluk hidup. Singkat kata, diperlukan untuk mencapai sukses dalam hidup di dunia dan akhirat, apa pun profesi seseorang di tengah-tengah masyarakat.
Tujuan didirikan PPS. Panca Daya
PPS. Panca Daya didirikan di Depok (Jawa Barat) pada tanggal 1 November tahun 1989,
dengan tujuan:
1. Untuk ikut serta memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,
2. Untuk ikut serta melestarikan dan mengembangkan kebudayaan asli bangsa sendiri, khususnya Seni Beladiri Pencak Silat, termasuk nilai-nilai luhur yang terdapat di dalamnya, dan
3. Untuk ikut membentuk manusia Indonesia seutuhnya berdasarkan PANCASILA dan UUD 1945.

Aktivitas PPS. Panca Daya
Manusia terdiri dari jiwa dan raga, dua sisi dari hidup manusia yang saling menggenapi. Masing-masing mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi, tetapi keduanya juga membutuhkan pegangan untuk kepentingan bersama, yaitu agar keduanya tetap bersatu setidak-tidaknya selama mungkin, sehingga dapat memperpanjang usia dan membuat diri awet muda. Oleh karena itu, di samping berolahraga kita pun berolah jiwa. Secara umum yang termasuk olah jiwa adalah:
1. Olah Cipta (logika) : hal ini diperlukan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah,
2. Olah Rasa (estetika) : hal ini diperlukan untuk membedakan antara yang indah dan yang buruk,
3. Olah Karsa (etika) : hal ini diperlukan untuk membedakan antara yang baik dan yang jahat.

Ketiganya diperlukan untuk mengerti cara berpikir yang korek, untuk membentuk akhlak yang tinggi, dan untuk membangun kepribadian yang kuat, sehingga tidak mudah hanyut terbawa oleh arus globalisasi.

Namun, kita tidak boleh berhenti di situ saja. Sesuatunya hanya diperlukan sebagai persiapan
(pra-conditioning) untuk dapat mengerti azas dan tujuan hidup. Dasarnya adalah iman, karena manusia dan hidupnya tidak mungkin dapat dipisahkan dengan adaNya dan keberadaan Tuhan dalam tatanan hidupNya.

Perihal iman
Secara umum iman artinya percaya, tetapi kita tidak percaya kepada sesuatu yang absurd. Kita hanya percaya kepada sesuatu yang mungkin. Jadi iman itu harus berdasar, sehingga dapat dipertanggung-jawabkan baik terhadap sesama manusia maupun Tuhan. Iman sifatnya metarasional.

Iman itu harus berbuah dan buahnya harus dapat dipetik dan dinikmati sekarang juga selagi hayat masih dikandung badan. Bila iman kita berbuah, itu dapat dijadikan tanda bahwa iman kita betul dan amal kita diterima oleh Tuhan. Iman yang tidak berbuah adalah iman yang mati.
Iman harus disertai dengan ilmunya. Ilmu harus diamalkan. Jadi iman, ilmu, dan amal harus berjalan setapak. Hanya iman demikian itulah yang dapat berbuah!

Untuk keperluan tersebut harus diperhatikan firmanNya yang mengatakan, bahwa
tidak seorang pun beriman, kecuali dengan ijin Allah. Nah, sudahkah kita beriman seijin Allah? Lalu bagaimanakah iman seijin Allah itu?

Untuk mengerti hal tersebut, kita harus mem-perhatikan pula firmanNya yang lain. Dalam firmanNya yang lain dikatakan, bahwa
Tuhan tidak akan mem-biarkan seorang beriman sesukanya sendiri. Itu berarti, bahwa telah ada aturan yang telah dite-tapkan olehNya untuk ditaati, agar imannya berbuah!

Aturan tersebut adalah aturan hidup. Hidup sifatnya menjadikan. Yang dijadikan adalah apa yang menjadi cita-cita kita, suatu ideal, atau apa pun yang menjadi tujuan perbuatan. Maka aturan hidup yang telah ditetapkan olehNya itu kita namakan Aturan Kejadian.

Iradat (kehendak) Tuhan itu tunggal
Iradat Tuhan ialah agar manusia, siapa pun dia, dalam menjalankan dharmanya hidup, mentaati Aturan Kejadian sebagai aturan hidup yang telah ditetapkan olehNya. Menjalankan iradatNya itu disebut mengabdi (beribadat). Dengan menjalankan iradatNya seseorang akan disertai oleh kodrat (kekuasaan)Nya. Adapun yang mewujudkan kodratNya adalah daya yang menjadikan jagad raya ini. Ia menjadikan dari tidak ada menjadi ada, dalam arti bahwa yang semula baru berupa ide, sesuatu yang abstrak, kemudian menjadi sesuatu yang kongkrit. Maka kita namakan daya tersebut Daya Menjadikan Ex Nihilo. Inilah yang di PPS. Panca Daya kita angkat sebagai Tenaga Dalam Sejati.

Tenaga tersebut sudah ada pada diri setiap manusia semenjak lahir
. Tenaga itulah yang menjadikan pada awal mulanya, kemudian mempertahankan adanya, menjaga keutuhannya, dan bahkan mencukupi segala kebutuhan hidupnya. Namun kebanyakan dari manusia tidak mengetahuinya. Maka kebanyakan juga tidak dapat memanfaatkannya. Keadaannya masih laten.

Padahal tenaga tersebut disediakan bagi manusia untuk dimanfaatkan sebagai kemenangan yang dijanjikan oleh Tuhan. Jadi sesuatunya ada kaitan dengan ikatan janji antara manusia dengan Tuhan. Aturan Kejadian itulah yang dijadikan ikatan janji antara keduanya. Di satu pihak Tuhan akan memerintah dengan berpegang teguh para aturan tersebut. Di lain pihak, manusia akan mengabdi kepadaNya dengan mengikuti aturan yang sama.
Apabila manusia memenuhi janjinya, yaitu melaksanakan Aturan Kejadian sebagai aturan hidup yang telah ditetapkan olehNya, ia dijadikan khalifah di muka bumi dan diberi hak untuk menggunakan tenaga dalam sejati dalam memenuhi amanatNya.

Fungsi aturan kejadian
Aturan Kejadian itu tiada berubah-ubah (kekal). Sesuatu yang kekal sifatnya selalu rohaniah, universal, dan mutlak. Berpegang pada Aturan Kejadian tersebut, Tuhan menjadikan tiap sesuatu dengan bertolak pada suatu titik yang sama. Setelah segala sesuatu terjadi, yang dalam keseluruhannya disebut jagad raya ini, semuanya dikendalikan dari titik yang sama pula. Itu berarti, bahwa persatuan dan kesatuan merupakan hukum fundamental dalam hidup.

Berdasarkan aturan itu juga, Tuhan menjadikan berbagai jenis mahkluk dengan bentuk beraneka ragam, tetapi yang berlaku adalah prinsip BHINEKA TUNGGAL IKA. Bentuk yang berlainan tidak dimaksud untuk memisahkan, tetapi untuk membedakan, sehingga terdapat pemandangan bagaikan warna-warni bunga yang menghiasi sebuah taman. Segala sesuatu disusun dalam urutan hierarkis yang tepat, sehingga terdapat harmoni. Tuhan menciptakan berbagai agama tentunya juga dengan maksud yang sama, maka menggalang dan memelihara kerukunan antarumat beragama menjadi keharusan dalam kita menjalankan Aturan Kejadian sebagai aturan yang telah ditetapkan olehNya.

Semua mahkluk ciptaan Tuhan tunduk kepada satu titik (lihat gambar). Hal tersebut menunjukkan Bahwa Allah yang satu itu adalah Tuhan untuk semua makhluk ciptaanNya, dan khususnya bagi manusia siapa pun dia dan apa pun agama yang dianutnya. Itulah kenyataan prinsip meng-Esakan Tuhan, yang terpancang sebagai Sila I pada PANCASILA atau TAUHID sebagai tujuan setiap agama wahyu. Jadi prinsip meng-Esakan Tuhan atau TAUHID itu tidak cukup hanya diucap saja, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari berupa persatuan dan kesatuan di antara sesama manusia, siapa pun dia dan apa pun agama yang dianutnya. Fungsi Aturan Kejadian adalah utnuk mewujudkan TAUHID!
Jalannya kodrat
Tuhan menjadikan berdasarkan kasih. Kasih mempunyai daya tarik. Karena adanya daya tarik dari awal kejadian, maka semua gerak yang ada di alam semesta ini berjalan melingkar. Gerak melingkar ini tidak akan berhenti berjalan sebelum akhirnya kembali bertemu dengan awalnya. Kenyataan ini yang melahirkan pengertian Ya Awal Ya Akhir. Setelah Awal dan Akhir bertemu, maka daya menjadikan kemudian meluncur ke dalam dan menjadi titik tengah dari lingkaran yang telah dibuatnya.

Dengan demikian, kita tahu bahwa jalannya kodrat merupakan gerak melingkar mencari titik tengah (
gerak sentripetal), yang mempunyai sifat mempersatu. Dengan adanya gerak sentripetal tersebut, maka daya tarik yang memencar dari awal kejadian berkembang menjadi lima daya, yaitu:
1. Daya Umum
2. Daya Tolak
3. Daya Tarik
4. Daya Sirep/merobohkan, dan
5. Daya Angkat

Kenyataan inilah yang mengilhami jatidiri PPS. Panca Daya dan sekaligus melahirkan lima jurus dasar yang menjadi ciri khasnya!

Setiap lingkaran yang telah dibuatnya menggambarkan suatu kejadian, termasuk kejadian manusia, baik selaku individu maupun dalam keseluruhan sebagai umat manusia. Setiap sesuatu dijadikan dengan bertolak dari titik yang sama. Maka keseluruhan pun dijadikan dari titik itu pula. Titik tersebut dinamakan awal (benih) segala kejadian. Awal segala kejadian itu kemudian menjadi titik tengah dari tiap lingkaran. Titik tengah itu pada manusia selaku individu adanya di kedalaman diri sendiri.

Dari titik tengah itulah tiap sesuatu, termasuk manusia selaku individu dipertahankan adanya, dijaga keutuhannya, dan dicukupi segala kebutuhannya. Kenyataan demikian itu akan terus berlangsung, asalkan tidak dirusak oleh pikiran manusia yang tidak sejalan dengan iradat dan kodratNya.
Pikiran, perasaan, kata-kata, dan perilaku yang mengandung benih perpecahan, merusak persatuan dan kesatuan, bertentangan dengan jalannya kodrat serta menyalahi TAUHID (Oneness).

Perlu diperhatikan, bahwa
melalui Aturan Kejadian Tuhan mempunyai rencana yang indah dan sempurna demi kepentingan umat manusia. Apabila kita bertekad untuk melaksanakan Aturan Kejadian sebagai aturan hidup yang telah ditetapkan oleh Tuhan, maka pikiran-pikiran benci, iri, dengki, buruk sangka, dendam, ria, sombong, dan lain-lain serupa yang tidak sejalan dengan rencana Tuhan tidak boleh ada. Akan tetapi apabila pikiran-pikiran negatif semacam itu masih ada, kemungkinan besar seseorang akan kehilangan perlindungan dari Tuhan yang berarti tenaga dalam sejatinya tidak akan berfungsi sebagaimana diharapkan pada saat diperlukan. Maka dalam hal kegagalan, tidak seorang pun yang dapat disalahkan, kecuali diri sendiri. Adapun usaha terbaik adalah dengan jalan introspeksi!

Tuhan tidak mengenal diskriminasi
Berasal dari ide Tuhan, Aturan Kejadian itu hidup, menghidupkan (membuat hidup), dan menghidupi (mencukupi segala kebutuhan hidup). Maka kita tidak dapat hidup dari makanan jasmani saja, tetapi terutama dari firman-firmanNya.

Aturan Kejadian berlaku bagi Tuhan maupun bagi manusia. Ditinjau dari sudut manusia, ia mengabdi. Manusia diciptakan untuk mengabdi semata-mata,
oleh karena itu maka segenap hidup manusia harus diabdikan kepadaNya. Hal ini hanya bisa terwujud, bila seseorang berpegang teguh pada Aturan Kejadian tersebut dalam menjalankan dharmanya hidup. Dalam hal ini, kita mengabdi kepadaNya, tetapi sasaran pengabdiannya adalah masyarakat dan alam sekitarnya.

Maka
setiap anggota PPS. Panca Daya harus mempunyai kepedulian sosial yang besar. Itulah sebabnya, maka setiap kali kita memperingati ulang tahun organisasi, selalu diadakan kegiatan bhakti sosial berupa pembersihan lingkungan, donor darah, serta memberi santunan fakir miskin melalui sejumlah panti asuhan, yang disaksikan oleh Departemen Sosial setempat, dan pengobatan cuma-cuma secara massal.

Di Depok (Jawa Barat), tempat lahirnya PPS. Panca Daya didirikan Taman Kanak-kanak untuk menampung bagi yang orang tuanya tidak mampu menyekolahkan anaknya, dengan sistem anak angkat yang bapak asuhnya diambil dari sejumlah anggota yang mampu, bersedia, dan tertarik untuk membantu.

Manusia, siapa pun dia dan apa pun agamanya dijadikan berdasarkan peraturan yang sama dan dibekali dengan perlengkapan yang sama pula, diperlakukan berdasarkan hukum-hukum yang sama, serta diberi kesempatan yang sama pula. Jadi Tuhan tidak mengenal diskriminasi.

Mengingat akan hal-hal telah diuraikan di muka, maka Aturan Kejadian mengandung persamaan dan pemerataan. Ia menunjukkan adanya kebenaran hakiki. Akibat adanya kebenaran hakiki disebut Keadilan.

Tuhan menjadikan berdasarkan kasih. Kasih sifatnya memberi demi yang dikasihinya. Orang yang memberi akan menerima. Semakin banyak orang memberi, semakin banyak ia akan menerima, untuk itu disarankan supaya lebih banyak memberi.
Mengikuti Aturan Kejadian berarti menerapkan kasih. Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Maka yang kaya harus membantu yang masih dalam kekurangan, yang kuat menolong yang lemah, yang telah memperoleh penerangan batin memberi penyuluhan kepada mereka yang masih dalam kegelapan jiwa.

Memberi itu tidak harus berupa materi. Senyum manis pun merupakan pemberian yang cukup berharga bagi orang yang membutuhkannya. Jadi semiskin-miskinnya seseorang selalu ada saja yang dapat diberikan. Setidak-tidaknya doa! Setiap kali kita menerima, apa pun rupa, warna, wujud, dan namanya, wajib dibalas, paling tidak dengan doa.

Orang yang memberi adalah orang yang mempunyai kelebihan dalam hal tertentu. Tidak seorang pun akan menjadi miskin karena memberi. Menurut hukumnya, apa pun yang diberikan kepada orang lain, pasti akan kembali lagi modal dan bunganya kepada sumbernya. Contoh-contoh berikut di bawah ini kiranya dapat meyakinkan akan kebenarannya!

Kalau kita melempar sebuah batu ke dalam kolam, maka sentuhan batu dengan air akan menimbulkan gelombang yang senantiasa membesar dan membesar dan pada suatu waktu akan terdapat titik balik. Tenaga yang sama akan kembali lagi ke titik di mana batu tadi terjatuh. Jadi kalau kita mengirimkan pikiran pikiran yang indah dan penuh kasih ke seluruh alam semesta, pada suatu saat setelah singgah di mana-mana pasti akan kembali lagi kepada kita berlipat ganda. Apakah itu mengenai hal-hal yang positif maupun negatif. Hukumnya sama!
Contoh lain, sumur yang sering ditimba, airnya bukan mengering, tetapi sumbernya bertambah besar dan airnya bahkan semakin melimpah.

Karena Tuhan menjadikan tiap sesuatu berdasarkan kasih, maka sekalipun kita bergerak di bidang beladiri, motto perguruan kita adalah:
“Aku Selamat, Orang Lain pun Selamat”.
Dengan mengerti, menguasai dan mewujudkan Aturan Kejadian dalam kehidupan sehari-hari kita selalu menghadirkan Tuhan di tengah-tengah kita dalam wajah HIDUP, KEBENARAN, KASIH. Maka Hidup, Kebenaran, Kasih kita angkat sebagai salam perguruan.

Aturan Kejadian dinyatakan sebagai jalan yang lurus oleh Tuhan
Apabila kita menarik sejumlah garis di antara dua titik, maka hanya akan terdapat satu garis yang lurus. Garis-garis yang lain adalah bengkok. Itu berarti bahwa jalan yang lurus itu tunggal. Apabila kita bepergian dari satu tempat ke lain tempat, jalan lurus adalah jalan yang terpendek, sehingga dapat menyingkat waktu, menghemat tenaga dan biaya.

Hidup manusia diibaratkan suatu perjalanan, mengapa demikian? Karena sejak Adam manusia sudah meninggalkan (wilayah kekuasaan/ pemerintahan) Tuhan dan berkelana sebagai musafir di negeri asing.

Sesungguhnya pernyataan-pernyataan demikian itu hanya merupakan suatu perumpamaan. Jadi kita harus
menemukan arti yang tersirat (mutasyabiat). Namun, pada umumnya diterima menurut arti tersurat (muhkamat), seolah-olah perjalanan tersebut terjadi dari satu tempat ke tempat yang lain.

Pikiran yang menggambarkan perjalanan tersebut seolah-olah berlangsung dari satu tempat ke lain tempat, termasuk pikiran duniawi (
mortal mind). Dalam hal ini pikiran hanya bergerak sebatas ruang waktu. Dunianya disebut dunia yang fana atau dunia kesementaraan. Dunia ini pula yang dilukiskan sebagai negeri asing, sedangkan mereka yang hidup di dalamnya digambarkan sebagai musafir.

Seorang musafir adalah ia yang meninggalkan kampung halaman sendiri dengan merantau di negeri orang lain dan pada suatu waktu tentu akan rindu serta pulang ke kampung halamannya sendiri.

Dalam pengertian Ketuhanan Yang Maha Esa, kembali ke kampung halaman sendiri maksudnya
kembali ke wilayah kekuasaan/pemerintahan Tuhan, yang sejak Adam sudah ditinggalkannya. Meninggalkan wilayah kekuasaan/pemerintahan Tuhan itu sama halnya dengan meninggalkan Tuhan. Itu sebabnya, maka harus kembali kepadaNya. Apabila dikaji lebih lanjut, hal itu berarti, bahwa sejak peristiwa tersebut manusia kemudian hidup terpisah dari Tuhan (apart from God). Ada jarak yang memisahkan keduanya. Kenyataan ini membuat manusia hanya beriman dari jauh tanpa menerima janji Allah. Selanjutnya manusia hidup dengan bersandar pada kesanggupan dan kemampuan sendiri yang terbatas.

Kita tahu bahwa Aturan Kejadianlah yang dijadikan ikatan janji antara manusia dengan Tuhan dan yang berlaku di wilayah kekuasaan/pemerintahan Tuhan. Maka aturan itulah yang oleh Tuhan diperintah memelihara sebaik-baiknya sebagai tali Allah atau tali silaturakhmi denganNya, tali persaudaraan/perdamaian
antar sesama makhluk pada umumnya dan antara sesama manusia khususnya.

Jadi dengan mengikuti aturan tersebut secara konsekuen sebagai aturan hidup yang telah ditetapkan oleh Tuhan, kita memenuhi janji terhadapNya. Oleh karena itu, kita berhak untuk memperoleh kemenangan yang telah dijanjikan olehNya. Artinya kita berhak untuk menggunakan tenaga dalam sejati untuk memperoleh sukses dalam hidup, apa pun profesinya kita masing-masing di tengah-tengah masyarakat. Kesehatan kita akan dipelihara, keselamatan kita dilindungi, dan segala kebutuhan hidup kita dijamin oleh Tuhan.

Tenaga dalam sejati itu menembus ruang dan waktu. Maka dengan melaksanakan aturan tersebut kita tumbuh di atas hidup yang konvensional dan kembali di bawah naungan pemerintahan Tuhan
. Dengan itu kita kembali sebagaimana kita dijadikan pada mulanya. Dengan kata lain, kita kembali kepada fitrah kita sebagai manusia.

Aturan Kejadian yang oleh Tuhan dinyatakan sebagai jalan yang lurus, mengarahkan iman agar seseorang tidak sesat jalan. Dengan itu ia beriman seijin Allah
. Apabila sebelumnya bersandar pada kesanggupan dan kemampuan diri sendiri yang terbatas, kemudian ia bersandar pada kekuasaan Tuhan yang tiada batas.

Kenyataan demikian itu akan meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan produktivitas seseorang, sehingga diharapkan dapat menghasilkan karya-karya yang berguna bagi kepentingan umat manusia. Menurut seorang yang berkompeten di bidangnya dikatakan, bahwa sekarang ini orang pada umumnya menggunakan 5% dari potensi yang ada pada dirinya, sedangkan seorang yang paling jenius tidak lebih dari 15%. Sekalipun demikian, manusia sudah dapat menggunakan teknologi yang canggih. Dengan meningkatnya kapasitas yang tersedia dalam diri, berkat bimbingan Allah seseorang akan dapat menghasilkan karya-karya yang lebih canggih dan manusiawi.

Itulah hakekat hijrah, seorang berhijrah kepada Tuhan! Ia tidak lagi hanya sekedar beriman, tetapi ia beriman dan berpindah
.
Pandangan hidup manusia pada umumnya hanya mengandalkan interpretasi sendiri secara kolektif yang disebut paham. Paham inilah yang membuat manusia hidup bergolong-golongan, di mana setiap golongan menganggap benar hanya yang ada pada golongan masing-masing. Paham (isme) inilah yang membuat agama yang sama terpecah belah dalam berbagai paham atau sekte-sekte tertentu.

Aturan Kejadian itu kekal dan universal
. Jadi seorang berpegang teguh pada aturan tersebut pasti merubah pola berpikirnya dan oleh karena itu juga pandangan hidupnya, dari yang individual ke universal. Sikap jiwanya pun berubah dari yang egoistis ke altruistis.

Kesimpulan
Manusia terdiri dari jiwa dan raga, tetapi jiwalah yang menjadi sumber dari segala
kegiatan.
Ajaran yang disampaikan di PPS. Panca Daya berkisar pada Aturan Kejadian sebagai aturan hidup yang telah ditetapkan oleh Allah. Sifatnya Rohaniah, Kekal, Universal, dan Mutlak.

Melalui Aturan Kejadian Tuhan mempunyai rencana yang indah dan sempurna demi kepentingan
umat manusia.

Fungsi Aturan Kejadian adalah alat untuk
mewujudkan Tauhid, yaitu untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari antar sesama manusia, siapa pun dia dan apa pun agama yang dianutnya.

Aturan Kejadian tidak ada habis-habisnya untuk digali untuk menemukan nilai-nilai baru dalam hidup sebagai pengisi jiwa dan untuk diwujudkan dalam menjalankan dharmanya hidup.
Mengingat akan hal tersebut di atas, dengan mengerti, mengusai dan mewujudkan Aturan Kejadian dalam kehidupan sehari-hari maka:
1. Hubungan kita dengan Tuhan tidak akan pernah terputus untuk selama-lamanya. Kenyataan ini penting sekali, karena saat-saat di mana hubungan itu terputus adalah saat-saat yang berbahaya, karena kita akan kehilangan hak perlindungan dan jaminan dariNya.
2. Kita dijadikan partner Allah untuk ikut membangun dunia.
3. Kita ikut menciptakan perdamaian di muka bumi.

Sejak jaman Renaisans orang barat sudah mulai mengembangkan ilmu pengetahuan berdasarkan visi sekuler. Kesementaraan/perubahan dianggap sebagai satu-satunya azas kemenjadian. Kenyataan inilah yang melahirkan ilmu pengetahuan yang berkotak-kotak. Ada unsur yang terlupakan. Ilmu pengetahuan kehilangan jangkarnya pada Yang Mutlak. Apabila kenyataan tersebut kita biarkan terus berlangsung, bukan tidak mungkin bahwa
teknologi yang canggih akhirnya akan menjadi bumerang yang akan menghancurkan umat manusia sendiri.

Perubahan adalah ciri dari kemajuan. Namun, perubahan-perubahan yang kini sedang berlangsung hanyalah terjadi di permukaan saja. Sedangkan
bidang kejiwaan sedikit pun belum pernah mendapatkan sentuhan yang berarti. Jadi kemajuan yang ada sekarang sebenarnya timpang.

Hanya Aturan Kejadian sebagai aturan yang telah ditetapkan oleh Tuhan yang dapat membuat keadaan Selaras, Serasi, dan Seimbang
. Pikiran tidak lagi bertolak pada hal-hal yang sudah ada, tetapi pada awal segala kejadian (Womb of all creation). Dengan itu kita membuat perubahan yang mendasar dalam pola berpikir kita. Kenyataan ini selain meningkatkan potensi manusia, juga melibatkan Tuhan dalam segala perbuatan, sehingga diharapkan dapat menghasilkan karya-karya yang diridhoi olehNya dan khususnya bagi para sarjana diharapkan menghasilkan penemuan-penemuan baru di bidangnya masing-masing.

CITRA MANUSIA PANCA DAYA

  1. Pengamal dan Pengaman Pancasila
  2. Penegak Kebenaran dan Keadilan
  3. Menjunjung tinggi dan mengembangkan rasa kasih sayang terhadap sesama makhluk Tuhan
  4. Konsekuen dalam satunya kata dan perbuatan
  5. Rendah hati, sopan santun, dan sabar
  6. Mampu menjadi panutan bagi lingkungannya
  7. Tekun dalam menuntut ilmu pengetahuan demi peningkatan harkat dan martabat bangsa

SESEPUH PPS PANCA DAYA

Bapak R. Gondo Soewandito (Alm.)
Lahir di Gondang Legi, Malang
Tanggal : 15 Mei 1914
Kediaman: Jl. Raya Sawangan No.7, Depok
Meninggal: 21 Juli 2001

Cabang-cabang PPS Panca Daya

Cabsus. Fakultas Ekonomi Universitas PancasilaJl. Raya Srengseng Sawah Jakarta Selatan
Tempat Latihan : Balai Mahasiswa Fakultas Ekonomi
Hari : Rabu dan Sabtu, Jam 16.30-19.30 WIB
Sekretariat Ruang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) no. 13
Ketua : Sdr. Andhika Telp: (021) 87794181 HP: 0813 88225747

Cab. SMKN 41Jl. Kompek Timah
Pondok Labu Jakarta Selatan
Tempat Latihan : Lapangan SMKN 41
Hari : Minggu, Jam 14.30-17.30 WIB
Ketua : Sdri. Yani
Contact Person : Sdr. Narto HP : 02198820082

Kelompok Diskusi (Ex-Otista)

Tempat : Rumah Bp. KusmartonoJl. Kalibata Timur (Empang III) No 49
Kalibata Jakarta Selatan
HP: 0811101787

Atau

Rumah Ibu MoesigitKomplek Vila Pejaten Mas No. A 14
Pasar Minggu Jakarta Selatan
Telp. (021)780 2635
Hari : Minggu jam 09.00-11.00 WIB atau 16.00-19.00 WIB
Contact Person : Bp. Haris Eko HP: 08161618514

Cabang Condet

ketuanya Bpk. Ipunk Basuki Purnomo
Tempat Latihan di SDN 011, Untuk Lebih Lengkapnya Bisa
ditanyakan pada ketua kami langsung di nomor (021) 8015002, 0815-8617-2828
Cabang Sukabumi
Alamat Surat : Jl. Veteran I gg Kaum IV no 88
Sukabumi 43111 Jawa Barat
Tempat Latihan :
SMAN 2
Jl. Karamat no 93
Hari : Sabtu, Jam 15.00-17.00 WIB
Ketua Cabang : Drs. Agus Syarif Mulyadi, PhD
Contact Person : Sdr. Beri Hendari HP:085659528698

Cabang TasikmalayaJl. Raya Garut-Tasikmalaya KM 2
Kp. Tagog RT 10/03 No 109
Kec. Salawu Tasikmalaya Jawa Barat
Ketua : Bp. Ishak Suhendra Telp. (0256) 547925 HP: 0816 4214258

Cabsus. Paksikaton Alun-alun Selatan

Gamping

Taman Siswa

Yogya Barat
Cabang Wonosari, Gunungkiduld.a Bpk SUTO NURCAHYO
Jln. Gereja no.4b, Purbosari, Wonosari, GK
Telp. (0274) 391265

Cabang MagelangAnak cabang Secang
Diwak Pirikan Secang
Ketua : Bp. Zaenuddin Telp. HP 08122759370

Cabang Surakartasekretariat: jalan srigunting IV gremet, surakarta
Tempat latihan : sebelah barat stadion manahan (dekat velodrom)
hari rabu dan sabtu pukul 16.00 - 18.00
ketua : bp. Nugroho Sinung
no telp. 0271 723835, 081329339332
Cabang BontangHari : Minggu malam (malam senin), jam 08.00 wita.tempat latihan kami di lapangan Tinju Loktuan
Ketua: Bpk.H.M.Mucthar Jl. Slamet Riyadi No.28 RT.43 Loktuan Bontang Kaltim (Belakang Muchtar ).
Contact Person : M. Sueb 0548-5116088 /
0811583812, Bpk.Mucthar ( 081347663165 )
Cabang PontianakTempat : Rumah Bp. Sarwono

Cabang lampung

Alamat Sekretariat:
PT. Great Giant Pineapple
Jalan Raya Menggala KM 77
Terbanggi Besar Lampung Tengah
Telp. 0725) 571001 ext.3811 dan 3010
Ketua Umum Bp. Letkol Inf.(Purn)Koesno
Ketua harian Bp. Drs. Adi Dharma, Ak.
adapun tempat-tempat latihannya :
1. Lapangan Central PT.GGP Terbanggi Besar.
2. Lapangan Divisi III Gunung Madu Plantation
3. Proyek Bandung lampung Tengah
4. Lapangan PROKIMAL lampung Utara
Adapun telp. yang dapat dihubungi. Bhayu SA. 08127913314
Bp. Adi Dharma 0812 720 8998

Cabang Singapura

467 Tampines St 44, #03-134
Singapore 520467
Tel(rmh): 65-6588 1617
Hp: 65-9824 9003
Ctc : Hasan Ishak

Cabang Netherland
tempat diskusi dan sekretariat:
D.S. Kristanto
Wisseloord 113
1106 MA Amsterdam
+31-20-6979094

SH.Liem (Hans Mukarno)
Ladogameerhof 96
1060 PJ Amsterdam
+31-20-6670776
+31 -6 –33216088

LAMBANG BURUNG DALAM PPS PANCA DAYA

Lambang Kaligrafi Burung merupakan ciri khas dari Bpk. Gondo Soewandito. Pada kaligrafi burung terdapat 4 buah kaki, dimana satu buah kaki diantaranya agak menjorok ke dalam. Hal itu menggambarkan ada 4 nafsu, yaitu: Nafsu Sufiah (letaknya di mata, warnanya kuning), Nafsu Amarah(letaknya di kuping, warnanya merah), Nafsu Lawamah (letaknya di mulut, warnanya hitam) dan Nafsu Mutmainah (letaknya di hidung, warnanya putih). Hanya Nafsu Mutmainah yang mengajak ke arah yang benar. Tiga nafsu lainnya cenderung megajak ke arah yang merugikan.

Nafsu dinyatakan sebagai hiasan hidup. Maka tidak harus dimatikan, tetapi perlu untuk dikendalikan. Nafsu hendaknya dijadikan pendorong, berupa tekad yang kuat untuk maju dalam meraih sukses hidup dunia dan akherat.

Burung yang hendak terbang ke angkasa membutuhkan kekuatan tertentu untuk melontarkan badannya ke udara. Untuk itu dibutuhkan adanya tumpuan, misalnya dahan sebuah pohon. Tumpuan ini dilukiskan oleh tiga buah garis di bawah kaki burung pada kaligrafi. Kiranya hal itu sama dengan kalau orang akan meluncurkan roket ke bulan misalnya. Agar dapat meninggalkan tempat peluncuran, dibutuhkan ledakan yang melebihi kekuatan daya tarik bumi. Itupun tidak dapat langsung menuju sasaran. Disebabkan oleh adanya daya tarik bumi, maka sebelum meninggalkan orbit bumi, roket akan terbang mengelilingi bumi beberapa kali. Pertama dalam bentuk elips, kemudian menuju lingkaran yang kian membesar, sampai pada suatu saat di mana daya tarik bumi mencapai titik terlemah, kembali diadakan ledakan, agar roket dapat keluar dari orbit bumi dan masuk ke orbit bulan. Tumpuan bagi burung atau ledakan untuk meluncurkan roket mempunyai persamaan dengan tekad yang bulat yang tidak tergoyahkan dalam usaha untuk mencapai suatu cita-cita atau ideal bagi manusia.

Burung dalam kaligrafi mempunyai jambul yang terdiri dari tiga garis di atas kepala, yang menunjukkan tri tunggal. Dalam pengertian Islam terdiri dari Allah, Muhammad dan Adam, yang mulai tampil sewaktu Tuhan mulai menggelar jagad raya ini. Sebelumnya yang ada hanyalah gelap gulita dan kesunyian meliputi suasana. Yang ada untuk pertama kalinya adalah Nur. Nur itu datang dari Allah, maka disebut Nurullah. Ia itu Ruh yang mempunyai sifat terpuji, oleh karena itu disebut Muhammad. Muhammad pada gilirannya juga memancarkan Nur, disebut Nur Muhammad. Ini adalah hakekat Adam. Dalam hal ini kata "Adam" maksudnya bentuk alam tiga dimensi. Misalnya bentuk jagad raya, bentuk manusia, dan bentuk negara.

LIMA JURUS SILAT PANCADAYA

Pancadaya termasuk salah satu perguruan silat dengan menggunakan tenaga dalam sejati. Yang dimaksud dengan tenaga dalam sejati adalah memang tenaga asli kita manusia yang sudah ada sejak kita lahir. Tenaga yang menggerakkan kita, tenaga yang membuat kita berbicara, merangkak, berjalan, bermain dan lain sebagainya. Tenaga ini dibangkitkan kembali untuk menjadi manusia seutuhnya yang dilindungi oleh sang pencipta. Dari berbagai tenaga yang ada dalam tubuh ada tenaga yang masih tidak aktif, terletak di dalam solar pleksus berbentuk tiga setengah lingkaran. Pada saat tenaga ini dibangkitkan, di negara lain disebut kundalini, energi tiga setengah lingkaran ini akan naik ke atas melalui sumsum tulang belakang mengarah ke atas dan kembali berputar untuk melingkupi keseluruhan tubuh. Setiap kita berdoa atau mengerahkan tenaga dalam sejati ini, maka energi akan naik ke atas melalui tulang sumsum belakang mengarah ke atas cakra mahkota dengan diseleksi oleh kekuatan dari delapan penjuru mata angin, apakah doa atau pelemparan energi ke alam semesta atau ke Tuhan Yang Maha Kuasa ini layak untuk diteruskan atau dikembalikan. Lemparan energi ini disaring apakah benar atau tidak dan disaring oleh energi delapan penjuru mata angin agar tidak mencelakakan sang pemohon yaitu manusia itu sendiri.
Silat seperti dalam pengertian film Merantau adalah berasal dari kata silaturahmi, atau dalam pengertian di Indonesia saling berkunjung untuk beramah tamah, bersosialisasi dan menjadi keluarga besar sebagai manusia yang bertujuan untuk saling menghidupi dalam kebenaran hakiki dan kasih antar sesama manusia. Oleh karena itu Moto Silat Pancadaya adalah Hidup, Kebenaran dan Kasih.
Dalam pengembangan diri Silat Pancadaya mengembangkan silat fisik dan diskusi spiritual untuk pengingkatan kemampuan berpikir dan analisa sehingga segala sesuatu yang dihadapi dapat di olah apakah itu rasional atau tidak. Kita sebagai anggota tidak boleh menelan mentah-mentah pendapat atau pandangan atau tahyul dari leluhur kita yang sudah berjalan sebagai mitos. Kita sebagai anggota harus kritis dan analitis berdasarkan dari pandangan kekuatan sejati, yaitu kekuatan dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai anggota diwajibkan tidak percaya pada tahyul tetapi percaya kepada kekuatan Tuhan, sehingga dalam pelaksanaannya anggota Silat Pancadaya yang disebut Ihwan PPS Pancadaya tidak boleh sombong dan harus mengutamakan ‘Tiada Daya dan Upaya’ yang pengertiannya harus berserah diri, tetapi bukan pasrah, kepada Tuhan Yang Esa apapun itu masalahnya. Anggota tidak boleh menunjukkan arogansi dengan kesaktiannya karena akan terjebak ke dalam alam indah permainan atau taman sementara yang menghambat manusia untuk dapat sampai kepada Sang Pencipta melalui jalan cepat yang lurus dan bukan jalan yang berkelok-kelok.
Pengajaran Silat Pancadaya menyatakan bahwa kebeneran Tuhan adalah Kebenaran Mutlak atau Aturan Kejadian atau sering disebut di aliran lain sebagai Aturan Emas (Golden Rule) yang tidak akan berubah sepanjang jaman. Baik manusia menyembah Tuhan atau tidak, kebenaran aturan Tuhan selalu berjalan dengan semestinya. Tuhan bukan yang perlu disembah tetapi penyembahan atau ritual yang dijalankan sebagai sarana meditasi manusia agar diterima oleh Aturan Tuhan dan untuk kebaikan manusia itu sendiri. Jurus dasar sebagai aplikasi dari semua gerakan dan kepatuhan kepada Sang Pencipta dipersembahkan oleh Sesepuh Pancadaya Pak Gondo Suwandito dalam lima gerakan silat yaitu Lima Daya
Jurus Silat Daya Daya Umum, dilakukan dengan kondisi fokus dan percaya dengan menekan titik solar pleksus untuk meningkatkan kekuatan tiga setengah lingkaran dengan posisi kuda-kuda yang kokoh untuk menggambarkan pendirian yang kokoh dengan mendorong tangan dikepal ke depan sambil mendoakan kepada siapa saja yang kita ingin doakan bahwa daya ini akan membangkitkan kesadaran, kesehatan, kesejahteraan dan keselamatan orang yang kita doakan. Ataupun jika kita punya niat, daya ini sebagai saluran agar niat kita dengan mudah terkabul.
Jurus Silat Daya Daya dorong dilakukan dengan kondisi fokus dan percaya dengan menekan titik solar pleksus untuk meningkatkan kekuatan tiga setengah lingkaran dengan posisi kuda-kuda yang kokoh untuk menggambarkan pendirian yang kokoh dengan mendorong tangan terbuka ke depan sambil mendoakan kepada siapa saja yang kita ingin doakan bahwa daya ini akan mendorong dan menguatkan kesadaran, kesehatan, kesejahteraan dan keselamatan orang yang kita doakan. Ataupun jika kita punya niat, daya ini sebagai saluran agar niat kita dengan mudah terkabul. Jika kita berniat untuk menyembuhkan saudara atau kerabat kita yang sedang sakit ataupun terkena kekuatan jahat, daya dorong ini dapat mengeluarkan kekuatan jahat ataupun penyakit dari orang yang kita tolong.
Jurus Silat Daya Daya Tarik dilakukan dengan kondisi fokus dan percaya dengan menekan titik solar pleksus untuk meningkatkan kekuatan tiga setengah lingkaran dengan posisi kuda-kuda yang kokoh untuk menggambarkan pendirian yang kokoh dengan menarik kedua tangan kebelakang di antara pinggang dengan diiringi gerakan membuka telapak kaki ke samping sambil mendoakan kepada siapa saja yang kita ingin doakan bahwa daya ini akan menarik dan menguatkan kesadaran, kesehatan, kesejahteraan dan keselamatan orang yang kita doakan. Ataupun jika kita punya niat, daya ini sebagai saluran agar niat kita dengan mudah terkabul. Jika kita berniat untuk menyembuhkan saudara atau kerabat kita yang sedang sakit ataupun terkena kekuatan jahat, daya tarik ini dapat menarik energi baik sehingga mengisi atau mencharge orang yang sudah tidak berdaya. Bahkan kalau kita kehilangan benda berharga ataupun dokumen, kita dapat melakukan gerak silat ini untuk menghadirkan benda atau dokumen yang hilang tersebut sesuai dengan ijin Tuhan Yang Maha Kuasa
Jurus Silat Daya Daya Sirep dilakukan dengan kondisi fokus dan percaya dengan menekan titik solar pleksus untuk meningkatkan kekuatan tiga setengah lingkaran dengan posisi kuda-kuda yang kokoh untuk menggambarkan pendirian yang kokoh dengan menarik salah satu tangan ke sebelah pinggang dan membuka telapak kaki ke arah samping sambil mendoakan kepada siapa saja yang kita ingin doakan bahwa daya ini akan mematikan dan mengusir kekuatan jahat dan menghadirkan kekuatan baik. Jika kita memiliki musuh yang akan mengancam kehidupan kita, dengan daya sirep ini akan melindungi kita agar kita tidak terlihat oleh musuh. Juga berlaku untuk diri sendiri, kita akan menyirep keinginan jahat kita sehingga keinginan jahat dalam diri kita tidak dapat berkembang seperti iri, dengki, marah dan lainnya. Yang ada dalam diri kita hanyalah jiwa menolong, baik hati dan pemurah dan mematikan kekuatan egoisme dengan menggantikan arahan langsung dari kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.
Jurus Silat Daya Daya Angkat dilakukan dengan kondisi fokus dan percaya dengan menekan titik solar pleksus untuk meningkatkan kekuatan tiga setengah lingkaran dengan posisi kuda-kuda yang kokoh untuk menggambarkan pendirian yang kokoh dengan mengangkat kedua belah tangan dari arah pinggang ke kepala dengan telapak tangan terbuka seolah-olah menyembah dan gerakan berhenti dengan kedua telapak tangan terbuka di antara telinga sambil mendoakan kepada siapa saja yang kita ingin doakan bahwa daya ini akan mengangkat harga diri saudara atau kerabat yang kita doakan, ataupun untuk kita sendiri yang melakukan untuk menimbulkan kharisma dan kebijakan kita untuk bertindak kepada orang lain. Hal ini juga untuk mengangkat energi manusia yang sedang lemah sehingga lebih kuat dan kembali kepada kekuatan aslinya yaitu energi Tuhan Yang Maha Kuasa.
Demikianlah pelajaran yang saya dari silat Pancadaya sehingga dapat membimbing kehidupan saya sampai dengan saat ini.

DISKUSI PPS PANCA DAYA OLEH BAPAK RADEN GONDO SOEWANDITO

UNTUK DIRENUNGKAN

Untuk lebih mengetahui akan makna Tenaga Dalam Sejati yang dikembangkan oleh Perguruan Panca Daya, dibawah ini disampaikan petikan dari buku "Burung Berkicau" tulisan Anthony de Mello SJ. Renungkan baik-baik dan cobalah untuk mengambil makna yang tersirat dari setiap judul tulisan di bawah ini. Mudah-mudahan melalui perenungan akan dapat memperjelas akan hakikat Tenaga Dalam Sejati, menurut pengertian yang sesungguhnya.


Elang Emas


Seseorang menemukan sebutir telur elang dan meletakkannya di eraman induk ayam. Anak elang itu menetas bersama anak-anak ayam dan menjadi besar bersama-sama mereka.


Selama hidupnya elang itu berbuat sama seperti seekor ayam, la mengira bahwa dirinya seekor ayam saja. Ia mengais-ngais tanah untuk mencari cacing dan serangga. la berkotek-kotek dan juga mengibaskan sayapnya serta terbang tak berapa jauh seperti ayam.


Sebab begitulah lazimnya seekor ayam terbang, bukan? Tahun-tahun berlalu dan elang itupun menjadi tua. Pada suatu hari ia.melihat seekor burung perkasa terbang tinggi di angkasa biru. Burung itu melayang-layang dengan indah dan lincah melawan tiupan angin, hampir-hampir tanpa mengepakkan sayapnya yang kuat dan berwarna keemasan.


Elang tua itu melihat ke atas dengan rasa kagum. "Apakah itu?" tanyanya kepada temannya. "Itulah elang, raja segala burung" kata temannya. "Tetapi jangan terlalu memikirkan hal itu. Engkau dan aku berbeda dengan dia".


Maka elang tua itu pun tidak pernah memikirkan hal itu lagi. Akhirnya ia mati dengan masih tetap mengira dirinya hanyalah seekor ayam saja.


Kesimpulan Kasihan nasib si Elang Emas! Karena sampai mati tidak bisa mengenal dirinya sendiri.Karena tidak dapat mengenal dirinya sendiri, maka ia juga kehilangan kesanggupan dan kemampuan yang dikaruniakan oleh Allah kepadanya.


Si Elang Emas lahir dan dibesarkan di lingkungan ayam dengan mengikuti adat dan kebiasaan yang berlaku di lingkungan hidup ayam, maka sampai akhir hayatnya ia tetap menduga bahwa dirinya hanya seekor ayam. Ia tidak tahu akan asal-usulnya sendiri.


Bagaimana halnya dengan manusia termasuk diri kita sendiri?? Bila selagi hidup belum tahu akan asal-usul kejadiannya sendiri, atau belum dapat mengenal dirinya sendiri (=diri yang sejati ) maka selama hidupnya tetap akan berjuang dengan bersandar pada kesanggupan dan kemampuan dirinya yang terbatas.


Misteri kehidupan selalu menyelimuti dirinya. sehingga tidak ada satu kepastian yang dapat menjamin kesehatan, keselamatan. kedamaian, kebahagiaan kenikmatan hidupnya. Semua hanyalah sangkaan dan dugaan belaka.


Yang sekarang dirasakannya membuat senang, bangga dan bahagia, suatu ketika dapat berbalik menjadi keadaan yang menyedihkan dan membuatnya frustasi. Makanan yang cocok dan enak menurut seleranya, justru akan menimbulkan penyakit darah tinggi, jantung dan lain-lain.


Petunjuk dan tuntutan Agama juga telah dijalani dengan baik termasuk perbuatan baik dan amal soleh. Namun toh semuanya belum dapat memberikan kepastian akan terjaminnya kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan hidupnya. Kegelisahan, rasa takut, sakit serta kekhawatiran senantiasa menyelimuti hidupnya.


Hingga sampai akhir hayatpun kita tetap menduga bahwa begitulah nasib manusia dengan hidupnya. Apa bedanya dengan nasib si Elang Emas yang sampai akhir hayatnya tetap menduga bahwa dirinya hanyalah seekor ayam??


Dapat mengenal diri kita sendiri atau diri yang sejati. berarti kita mengenal akan asal-usul kejadian kita atau benih kejadian. Itulah energi pertama yang menjadi kekuasaan Tuhan untuk menjadikan tiap sesuatu (mengandung substansi asali abadi). Disebut juga sebagai INTI hidup kita. Dan inilah yang kita angkat sebagai Tenaga Dalam Sejati.



Di situlah letak sumber potensi yang tiada batas, yang dapat kita gali dan manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jadi sesungguhnya Tuhan telah menyediakan sumber bagi kebutuhan hidup manusia yang adanya didalam diri masing-masing. Karena kita tidak tahu dan tidak pernah mencari tahu, maka kita mencarinya di luar diri. Apa yang kita peroleh dari luar diri sifatnya sementara. dan kadang menyenangkan tetapi tidak jarang menyusahkan dan menyedihkan.



Anak Itik


Fulan, seorang Sufi yang suci mengisahkan tentang dirinya sendiri sebagai berikut: Sejak masih anak-anak aku dianggap sebagai orang yang tak berguna. Rupanya tak seorangpun memahami diriku.


Ayahku sendiri pernah berkata: “Kau tidak cukup gila untuk dimasukkan ke rumah sakit jiwa, dan tidak cukup saleh untuk dimasukkan biara”. Aku tidak tahu harus berbuat apa denganmu. Aku tidak tahu harus berbuat apa denganmu.


Aku menjawab: Sejak masih anak-anak aku dianggap sebagai orang yang tak berguna. Rupanya tak seorangpun memahami diriku. Ayahku sendiri pernah berkata:


“Setelah telur menetas, anak itik itu berjalan-jalan bersama induk ayam sampai mereka tiba pada sebuah pinggir kolam. Anak itik itu langsung terjun ke dalam air. Induk ayam tertinggal di pinggir kolam sambil berkotek-kotek kebingungan".


Nah, bapakku tercinta, aku sudah terjun kedalam samudera raya dan kerasan disana. Bapak tentu tidak dapat mencela aku, kalau Bapak tetap memilih tinggal di pantai saja.


Kesimpulan : Kekhawatiran si-induk ayam bisa dimengerti karena dunianya memang berbeda dengan dunia itik. Bagi anak itik, air adalah dunianya. Ia berenang dan menyelam dengan enaknya. Namun bagi si-induk ayam yang tidak mengetahui bahwa anaknya yang menetas dlari telur yang dieraminya, bukanlah seekor ayam tetapi anak itik, menjadi kebingungan.


Gambaran di atas menunjukkan bahwa pandangan hidup yang konvensional memang berbeda dengan pandangan hidup yang universal. Dalam pandangan hidup yang konvensional, hukum yang berlaku adalah jumlah suara terbanyak. Artinya: Kalau sebagian besar orang menjalankan seperti itu, dan mengatakan seperti itu, itulah yang benar! yang tidak seperti "itu" adalah salah! Umumnya yang berlaku adalah hukum relatifitas. Yang berlaku di sini, di negara lain mungkin tidak berlaku. Yang dianggap benar disini, mungkin di tempat lain menjadi tidak benar. Yang sekarang dikatakan dan diyakini sebagai sesuatu yang benar, mungkin sekali dilain waktu menjadi salah.


Jadi sesuatu yang dikatakan baik atau jelek, benar atau salah tergantung dari sudut mana kita meninjaunva, kapan dan dimana kejadiannya. Yang berlaku titik manusia. Berbeda dengan pandangan hidup yang universal. Di sini tidak tergantung pada banyak sedikitnya suara. Karena yang dijadikan patokan atau pegangan adalah yang kekal. Sesuatu yang sifatya kekal itu berlaku kapan saja, bagi siapa saja dan dimanapun adanya.


Jadi berlaku dulu, sekarang maupun yang akan datang. Juga berlaku bagi orang Indonesia, orang Cina, orang Indian serta bagi agama apa saja. Berlaku pula untuk kehidupan di dunia ini maupun di akherat. Tidak membeda-bedakan.


Yang nampak berbeda-beda dilihatnya sebagai aneka rona kehidupan dunia, namun hakekatnya satu. Karena semuanya terlahir dari sumber yang sama yakni Tuhan atau Allah pencipta alam semesta ini.


Dalam konteks cerita tentang Anak Itik, menggambarkan adanya dua pandangan hidup yang berbeda. Anak Itik sebagai gambaran diri Sufi yang sudah terjun ke dalam samudera yang luas atau memiliki pandangan hidup yang univer­sal, dengan induk ayam sebagai gambaran dari Bapaknya, yang masih memiliki pandangan hidup yang konvensional (masih tinggal di pantai).


Dalam pandangan hidup yang universal yang berlaku adalah tilik Allah.


Merobah pandangan hidup dari yang. konvensional menjadi yang Universal bukanlah sesuatu yang mudah. Selama hijab atau tirai penghalang mata bathin belum terbuka, tidak mungkin kita menerima petunjuk dari Tuhan. Sekalipun anda telah berusaha berbuat baik dan beramal soleh ataupuri anda telah mengikuti diskusi di lingkungan Panca Daya lebih dari tiga tahun dan bahkan telah hafal semua buku yang dikeluarkan oleh Panca Daya. belum merupakan jaminan bahwa anda akan mendapatkan petunjuk­Nya. Atau dapat menerima penerangan Iangsung dari pada-Nya. Faktor utamanya dorongan jiwa, disamping kesanggupan untuk berpikir lebih mendalam serta kesanggupan untuk mengesampingkan pendapat pribadi yang selama ini diyakini sebagai sesuatu yang benar.


Menerima petunjuk Tuhan berarti mengerti akan Aturan Tuhan (Aturan Kejadian) yang sifatnya univesal, kekal dan' mutlak. Berarti juga telah mengerti akan asas dan tujuan hidup sebagaimana yang dikehendaki. oleh-Nya.


Jadi yang sesungguhnya membuat anda mengerti adalah Tuhan sendiri. maka bersyukurlah kepada-Nya. Bangkitkan dorongan jiwa anda dan mohonlah petunjuk-Nya. Insya Allah anda akan berhasil.


Yang menjadi hambatan secara umum, antara lain :

  1. Kita telah merasa bahwa yang kita jadikan sebagai pegangan betapapun berat dan sulit selama ini telah ada.
  2. Adanya kemalasan akal budi untuk menguak rahasia dibalik ayat-ayat – Nya
  3. Adat kebiasaan secara turun temurun, serta lingkungan telah mengkondisi pemikiran serta jiwa kita sebagaimana lazimnya orang pada umumnya.

Mengubah dunia dengan mengubah diriku.


Sufi "Bayasid bercerita tentang dirinya seperti berikut ini :

Waktu masih muda aku ini revolusioner dan aku selalu berdo'a: "Tuhan, berilah aku kekuasaan untuk mengubah dunia".

Ketika aku sudah separuh baya dan sadar bahwa setengah hidupku sudah lewat tanpa mengubah satu orangpun, aku mengubah do'aku menjadi: Tuhan, berilah aku rahmat untuk mengubah semua orang yang berhubungan denganku: keluargaku dan kawan-kawanku; dan aku akan merasa puas". Sekarang ketika aku sudah menjadi tua dan saat kematianku sudah dekat, aku mulai melihat betapa bodohnya aku. Do’aku satu-satunya sekarang adalah: “Tuhan, berilah aku rahmat untuk mengubah diriku sendiri!” Seandainya sejak semula aku berdo'a begitu, maka aku tidak menyia-nyiakan hidupku.


Kesimpulan: Mencari kesalahan serta kejelekan orang memang lebih mudah daripada mencari kesalahan dan kejelekan diri sendiri.


Tidak salah kiranya kalau Sufi Bayazid di kala mudanya bercita­-cita untuk mengubah dunia. Menyadari bahwa cita-citanya tak membawa hasil, maka diperkecil ruang lingkupnya yakni terbatas pada keluarga dan teman-temannya. Namun akhirnya cita-cita dan keinginannya untuk merubah semua orang yang berhubungan dengannya-pun juga tetap sia-sia.


Barulah ia menyadari akan kebodohannya yang telah menyia­nyiakan hidupnya. Dihari tuanya ia baru memohon rahmat dari Tuhan untuk dapat merubah dirinya sendiri.


Kiranya ini merupakan pelajaran yang baik sekali bagi semua orang agar tidak menyia-nyiakan hidupnya. Disini dikandung maksud agar kita berusaha untuk dapat menemukan kekurangan dan kesalahan diri kita sendiri serta berusaha untuk dapat menemukan kelebihan dan kebaikan orang lain, untuk.dijadikan sebagai pelajaran dan pengalaman hidup dalam meniti perjalanan hidup selanjutnya.


Hanya dengan melihat kelebihan dan kebaikan orang lain, kita akan dapat menerapkan prinsip hidup untuk saling Asih, saling Asuh dan saling Asah. Hingga akhirnya kita dapat hidup berdampingan secara damai dengan semua orang.


Usaha untuk dapat mengubah diri kita sendiri bukanlah suatu hal yang mudah untuk kita lakukan. Disamping diperlukan adaya dorongan jiwa. Juga diperlukan adaya kejujuran terhadap diri sendiri serta jiwa besar.


Dorongan jiwa diperlukan untuk dapat berpikir lebih mendalam, hingga akhirnya diri dapat mengalami sebagai transenden dapat menyentuh yang hakiki atau yanga illahiyah. Jujur pada diri sendiri diperlukan untuk dapat menemukan kesalahan - kejelekan dan kekurangan yang ada pada diri sendiri. Sedang jiwa besar dimaksudkan selain untuk mendorong usaha untuk mampu menemukan kelebihan dan kebaikan orang lain, juga kesanggupan untuk memaafkan kesalahan orang lain serta untuk menyambung kembali tali persaudaraan yang telah terputus. Kesemuanya tadi disebut sebagai akhlak yang mulia.


Dengan usaha untuk mengerti akan makna Tenaga Dalam Sejati serta untuk menguasainya maka usaha untuk mengubah diri kita sendiri atau meningkatkan kualitas hidup, ditempuh melalui usaha untuk dapat menemukan asal-usul kejadian kita atau untuk mengenal- diri kita sendiri (=diri yang sejati).


Menemukan asal-usul kejadian kita yang berarti dapat pula. menemukan inti atau sumber potensi yang Maha hebat atau disebut juga sebagai Tenaga Dalam Sejati.


Setelah kita berhasil menemukan, tinggal kita memanfaatkannya untuk mengubah diri kita sendiri agar kualitas hidup kita meningkat!


Harkat dan martabat kita dimata Tuhan sudah lebih tinggi dari manusia pada umumnya. Kuasa Tuhanlah yang senantiasa bekerja dalam diri kita untuk memenuhi kebutuhan hidup kita.



KESIMPULAN


Pembangkitan Tenaga Dalam tidak merupakan jaminan bahwa seseorang akan selalu terhindar dari gangguan penyakit, musibah maupun niat orang yang ingin berbuat jahat terhadap diri kita. Tenaga Dalam yang sudah dibangkitkan dapat diibaratkan sebagai benih unggul yang sudah mulai ditanam. Ia dapat tumbuh dan menjadi besar serta berbuah apabila kita rawat dengan baik, kita pupuk dan semua hama tanaman yang mengganggunya kita basmi. Sebaliknya sekalipun benih yang kita tanam merupakan benih unggul namun bila cara merawatnya kurang baik dan tidak mengikuti petunjuk semestinya, hasilnya akan tidak sesuai dengan harapan kita, Apalagi yang tanpa perawatan sama sekali! Jangankan mengharap buahnya, masih bisa hidup pun sudah untung.

Banyak atau sedikitnya jumlah pembangkitan Tenaga Dalam tidak berpengaruh sama sekali pada daya atau kadar kemampuan Tenaga Dalam itu sendiri. Yang secara langsung akan mempengaruhi kadar kemampuan Tenaga Dalam yang telah dibangkitkan adalah usaha untuk selalu merawat dan meningkatkan iman kita. Iman yang dimaksud disini bukan sekedar percaya namun harus didukung oleh dasar pengertian yang dapat dipertanggungjawabkan baik terhadap sesama maupun kepada Tuhan.

Pengukuhan Anggota hakekatnya merupakan pengesahan sebagai anggota penuh Perguruan Panca Daya. Karena yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti tahapan pembangkitan sampai ketujuh kalinya. Jadi pengukuhan Anggota bukan merupakan akhir perjuangan seseorang untuk dapat menguasai Tenaga Dalam Panca Daya namun justru baru merupakan awal dari perjuangan lanjutan.

Sebagai anggota penuh Perguruan Panca Daya. Karena yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti tahapan pembangkitan sampai ketujuh kalinya. Jadi pengukuhan Anggota bukan merupakan akhir perjuangan seseorang untuk dapat menguasai Tenaga Dalam Panca Daya, namun justru baru merupakan awal dari perjuangan lanjutan untuk meniti pendakian hingga sampai pada puncaknya. Yakni untuk kembali kepada fitrah sebagaimana manusia dijadikan pada mulanya (kesucian). Disinilah sesungguhnya letak saringan alam. Bagi mereka yang telah merasa puas atau tidak sanggup lagi untuk meniti pendakian, akan berhenti setelah upacara pengukuhan Anggota. Menyadari akal hal itu, kiranya tidak tepat apabila kita hanya mengejar jumlah pernbangkitan sampai ketujuh kali, lalu segera dapat mengikuti upacara pengukuhan Anggota. Sesudahnya lalu berhenti. Betapa sedikitnya modal dasar yang kita miliki !

Tenaga Dalam Panca Daya lain sama sekali dengan Tenaga Dalam yang lazim diajarkan oleh perguruan bela diri pada umumnya. Tenaga Dalam Panca Daya bukan Ilmu Kanuragan tetapi dapat disebut sebagai Ilmu Kasampurnan (Kesempurnaan).Maknanya : akan membawa kita kembali sempurna sebagamana aslinya atau murninya (=kembali kepada Fitrah). Istilah lain : akan membawa jiwa untuk menyatu kembali dengan sumber-Nya. Atau disebut juga sebagai "kembali kepada asai mula kejadian" yang dalam Bahasa jawa dikenal dengan "bali marang sangkan paraning dumadi". Jiwa dapat diibaratkan sebagai tetesan dari Lautan Ketuhanan yang luas, atau tetesan lautan Illahi.

Bila jiwa terpisah dari sumber-Nya maka kehidupannya menjadi ter­batas dan merana. Seolah-olah tidak memiliki kekuatan ataupun kekuasaan sama sekali. Ibarat setetes air yang jauh.dari lautan Namun apabila jiwa menyatu kembali dengan sumber-Nya maka kehidupannya akan kembali tidak terbatas sebagaimana sumbernya. Demikian pula halnya air yang setetes dan telah menyatu dengan lautan, kekuatan dan kekuasaannya sama dengan lautan itu sendiri. Kita tidak akan bisa membedakan antara air yang setetes dengan lautan sebagai sumbernya.
OIah jiwa merupakan kegiatan yang dapat menyuburkan kehidupan rohani, menuju Pemurnian jiwa manusia. Dilingkungan Panca Daya, kegiatan ini dimaksudkan sebagai usaha perawatan Tenaga Dalam tahap lanjutan. Menyadari akan arti serta tujuan dari kegiatan olah jiwa ini, seyogyanya kita harus dapat menyediakan waktu untuk mengikutinya, agar kita tidak terseret dan larut dalam kesibukan jasmani atau kehidupan duniawi semata.Hendaknya selalu kita ingat bahwa jasmani dan rohani merupakan dua sisi hidup yang tidak terpisahkah. Dua-duanya diperlukan untuk membentuk keberadaan yang substansial. Maka bila kita hanya mengutamakan kehidupan jasmani tanpa memperhatikan kehidupan rohanin berarti kita hanya memandang hidup ini dari satu sisi saja.

Perawatan Tenaga Dalam tahap awal cukup dilakukan dengan usaha untuk meningkatkan Ibadah atau pengabdian kita ke­pada Tuhan, dimana sasarannya adalah masyarakat dan alam semesta itu. Sehingga keberadaan hidup kita di dunia ini benar-benar bermanfaat bagi orang banyak dan juga bagi lingkungan kita. Pola pikir, sikap dan tindakan harus diarah­kan untuk kepentingan orang banyak dengan tetap menjaga kebersihan, keindahan, kelestarian dan keseimbangan Iingkungan. Sikap, pola pikir dan tindakan harus mengacu pada Aturan Kejadian. Artinya harus dapat membuat keindahan, kerukunan dan kehidupan yang aman sentosa.

Perawatan Tenaga Dalam tahap awal baru membuat seseorang dapat memiliki dan memanfaatkan Tenaga Dalam yang sifat­nya masih semi sejati. Untuk dapat menguasai Tenaga Dalam penghalang mata bathin kita. Selanjutnya kita dapat mengerti akan asas dan tujuan hidup sebagaimana yang dikehendaki oleh-Nya.

Minggu, 23 Oktober 2016

Cara Membuat Flashdisk Jadi Antivirus Canggih

Banyak virus yang menyerang PC, mulai dari Spyware, Worm, dan Trojan. Cara pencegahannya antara lain dengan meng-install antivirus. Secara umum antivirus biasanya di-install langsung ke PC. Tetapi tidak hanya PC yang dapat di-install antivirus, flashdisk pun bisa dipasang Antivirus.
Selain lebih ringan karena tidak langsung di-install di PC, menggunakan flashdisk sebagai antivirus juga lebih praktis karena dapat men-scan virus di PC lainnya. Nah, bagi kamu yang ingin menggunakan flashdisk sebagai antivirus, ikuti langkah berikut untuk membuat antivirus di flashdisk.

Begini Cara Membuat Flashdisk Jadi Antivirus Canggih

  1. Download Antivirus Mx One di sini. Karena Websitenya masih menggunakan bahasa Spanyol, silakan pilih Mx One Antivirus Para USB.masukkan deskripsi gambar disini
  2. Masukan flashdisk yang akan kamu install antivirus ke port USB PC kamu.
  3. Buka file RAR yang sudah kamu download tadi.
  4. Buka file Installer USB dan pilih bahasanya, klik OK.masukkan deskripsi gambar disini
  5. Pilih opsi Next.masukkan deskripsi gambar disini
  6. Pilih device atau flashdisk yang akan kamu gunakan sebagai antivirus. Klik Next.masukkan deskripsi gambar disini
  7. Tunggu sampai instalasi selesai.masukkan deskripsi gambar disini
  8. Klik Finish.masukkan deskripsi gambar disini
Jika ter-install, kamu bisa menggunakan flashdisk menjadi antivirus tersebut dengan cara membuka flashdisk lalu buka aplikasi Mx One.exe.masukkan deskripsi gambar disinimasukkan deskripsi gambar disini
Sekarang flashdisk kamu sudah bisa untuk menghapus virus deh. Selain bisa men-scan virus milik PC kamu sendiri, flashdisk antivirus ini juga bisa digunakan untuk men-scan PC teman atau keluargamu yang lainnya loh! Semoga bermanfaat ya.

Sabtu, 22 Oktober 2016

11 Cara Hidup Hemat yang Dapat Anda Lakukan

Kecanggihan teknologi sekarang ini kerap menjadi media alternatif para pelaku bisnis untuk memasarkan produknya. Mereka juga tidak kehabisan akal untuk berusaha mendekatkan diri dengan para calon konsumen dengan cara memiliki berbagai akun sosial media yang kini tengah menjadi pusat perhatian di kalangan anak muda, terutama di Indonesia. Hal ini tentu sama-sama mempermudah kedua pihak, baik dari para penjual maupun calon konsumen. Para pemilik produk menjadi lebih mudah untuk menawarkan produknya disertai dengan informasi detail mengenai produk, cara pemesanan, hingga cara pembayaran yang menggunakan metode transfer antar bank. Konsumen menerima informasi dengan cara lebih mudah dan fleksibel karena tidak perlu mengunjungi toko konvensionalnya sehingga dapat menghemat lebih banyak waktu dan biaya.
Kemudahan seperti ini bukan berarti sepenuhnya baik dan sama-sama saling menguntungkan baik produsen atau pemilik produk dengan calon konsumennya. Dari sisi konsumen, ketidakmampuan untuk mengendalikan diri ketika menginginkan sebuah barang yang sebenarnya bukan sebuah kebutuhan bisa mengarahkan seseorang pada belenggu hutang kartu kredit dan tidak mampu memenuhi kebutuhan primer nya sendiri. Celakanya lagi jika para konsumen akhirnya memilih alternatif untuk berhutang kepada keluarga, rekan, atau bank dengan alasan tertentu sehingga mendapatkan ‘jawaban sementara’ untuk penyelesaian masalah ekonominya. Padahal, alternatif ini nantinya juga akan menimbulkan permasalahan yang sama: hutang  yang harus dibayar.
Untuk menghindari kejadian seperti ini, jawaban yang paling tepat adalah pengendalian diri. Pengendalian diri ini tidak hanya soal bagaimana mengatur nafsu lapar mata, namun juga mengatur masa depan dengan berbagai kegiatan yang sebetulnya sangat penting dan krusial. Kebiasaan preventif yang harus dibangun sejak dini ini memiliki efek menghindarkan Anda dari kebiasaan hutang yang mungkin Anda miliki ketika menghadapi masalah keuangan yang mendesak. Unexpected event sangat mungkin terjadi dan resiko ini cukup besar harganya bila Anda tidak memiliki persiapan, misalnya dari segi finansial. Maka, penting untuk memiliki kebiasaan berhemat sebagai salah satu bentuk pengendalian diri Anda. Selain itu kebiasaan berhemat juga memiliki manfaat lain bagi Anda sendiri seperti memiliki dana cadangan untuk membangun masa depan karir, modal wirausaha, sebagai dana pensiun, serta tidak perlu bergantung pada asuransi kesehatan.
Mengingat pentingnya berhemat sebagai salah satu bentuk pengendalian diri ini, berikut 12 cara untuk hidup hemat yang bisa dilakukan.

1. Prioritas: Kebutuhan dan keinginan

Prioritas
Prioritas via cdn.bisnisukm.com

Hal ini merupakan salah satu cara yang cukup ampuh dalam menekan pengeluaran Anda. Jadwalkan belanja dengan daftar yang pasti akan Anda gunakan setiap bulannya. Jangan memasukkan barang atau hal-hal yang bersifat keinginan ke dalam daftar prioritas. Ingat, Anda bisa hidup tanpa harus nonton film di bioskop satu bulan sekali, tapi Anda tidak bisa hidup dengan hanya makan satu bulan sekali, minum satu bulan sekali, mencuci baju satu bulan sekali. Jelas sekali perbedaan antara kebutuhan dan keinginan yang sifatnya hanya kepuasan sementara.

2. Pengeluaran < Pendapatan

Pengeluaran dan Pendapatan
Pengeluaran dan Pendapatan via farzadlaw.com

Merasa pengeluaran Anda tidak seberapa? Kalau begitu jelas Anda tidak diperkenankan untuk secara semena-mena menghambur-hamburkan uang demi kepentingan yang sifatnya sebuah keinginan, bukan keperluan. Usahakan Anda tidak perlu berhutang untuk memenuhi kebutuhan yang setiap waktunya mempengaruhi kelangsungan hidup Anda. Dilihat dari sisi psikologis, kebiasaan berhutang juga tidak baik karena menimbulkan perasaan tidak tenang, selalu cemas, serta gelisah.

3. Menjaga Kesehatan

Menjaga Kesehatan
Menjaga Kesehatan via businessnewsdaily.com

Salah satu cara hidup hemat adalah dengan senantiasa menjaga kesehatan. Lalu, apa hubungannya kesehatan dengan pola hidup hemat? Pola hidup sehat akan meminimalisir Anda terkena penyakit yang membutuhkan bantuan dokter untuk menanganinya. Jelas ketika Anda menggunakan jasa dokter Anda akan membutuhkan pengeluaran yang jumlahnya relatif tidak sedikit. Hal ini akan berpengaruh pada jumlah pengeluaran Anda yang bisa jadi lebih tinggi daripada pendapatan Anda setiap bulannya. Ketika hal ini menjadi sebuah kebiasaan, pada akhirnya Anda akan selalu merasa kekurangan untuk memenuhi hal-hal yang sifatnya memang sebuah kebutuhan.

4. Bijak Dalam Berbelanja

Bijaklah Dalam Berbelanja
Bijaklah Dalam Berbelanja via cdn.phillymag.com

Perlu Anda sadari bila Anda lebih menyukai belanja di supermarket yang terkenal bersih dan sejuk, mereka juga menggunakan jasa pemasaran yang selalu bisa mengundang Anda untuk masuk dan berbelanja di toko mereka dengan teknik-teknik tertentu. Bila Anda telah masuk dalam toko, kecenderungan Anda untuk membeli barang-barang yang bukan kebutuhan semakin tinggi. Hal yang perlu disadari di sisi lain ialah dengan menjual jasa, mereka mematok harga yang lebih tinggi untuk sebuah barang yang sebenarnya bisa Anda dapatkan dengan lebih murah di tempat lain, misalnya di pasar.

5. Fasilitas Berlibur Murah

 Berlibur
Berlibur via api.ning.com

Setiap orang pasti membutuhkan rekreasi untuk refreshing dari kepenatan bekerja. Akan tetapi, perhatikan bahwa pengeluaran Anda untuk berlibur tidak perlu mencapai angka fantastis. Ingat, Anda berlibur untuk melepas kepenatan Anda dari rutinitas bekerja, bukan menambah beban dan masalah finansial akibat tidak selektif dalam memilih fasilitas berlibur. Anda bisa berhemat ketika berlibur dengan membeli tiket penerbangan dengan harga promo, hotel yang tidak perlu berbintang lima, menggunakan kartu kredit khusus travelling, atau bahkan Anda tidak perlu mengharuskan diri berlibur hingga ke luar negeri. Jangan memaksakan hal yang Anda rasa tidak mampu dan tidak perlu.

6. Membawa Bekal

 Membawa Bekal Makan Siang
Membawa Bekal via whiskpaperscissors.files.wordpress.com

Kebiasaan satu ini juga akan mengantarkan Anda sebagai pribadi yang memiliki prinsip hidup hemat. Hemat pangkal kaya dan hal ini dimulai dari kebiasaan kecil. Bawalah selalu bekal yang disiapkan dari rumah daripada Anda membeli makanan di luar (yang biasanya dijual dengan harga yang dipatok bisa hingga lima kali lipat). Selain menghemat pengeluaran Anda, membawa bekal dari rumah sudah lebih jelas kebersihan dan gizinya.

7. Membeli barang-barang Investasi

Emas Untuk Investasi
Emas Untuk Investasi via airportplazajewelers.com

Anda merasa memiliki uang lebih dan menyadari bahwa Anda tidak cukup ‘kuat’ untuk membawa banyak dana? Jika memang begitu, Anda bisa mengalihkan dana cair Anda menjadi bentuk barang yang memiliki nilai investasi seperti emas dan tanah. Dua barang ini merupakan contoh barang investasi dengan kemungkinan rugi yang sangat kecil dan jarang mengalami penurunan nilai, apalagi harga tanah. Hal ini bisa membantu Anda untuk memperkecil jumlah dana cair yang siap pakai dan berpotensi bisa langsung dibelanjakan.

8. Go Green

Go Green
Go Green via nowtowowhygiene.com

Sikap ramah terhadap lingkungan juga bisa menyelamatkan Anda dari belenggu hutang dan menumbuhkan sikap hemat dalam hidup Anda. Bagaimana caranya? Terapkan dalam kebiasaan hidup Anda sehari-hari seperti menghemat penggunaan listrik (mematikan saklar ketika lampu tidak sedang digunakan), menghemat penggunaan air, menggunakan kendaraan sepeda untuk menjangkau tujuan yang berjarak kurang dari 5 kilometer dari rumah Anda. Sikap-sikap yang turut membantu pelestarian bumi ini juga turut membantu Anda merealisasikan sikap hidup hemat.

9. Jangan Meremehkan Uang Receh

Uang Receh
Kumpulkan Uang Receh Anda via torange.us

Besar nominal yang dimiliki memang terkesan kecil tetapi Anda tidak pernah tahu bahwa kumpulan uang receh ini bisa menjadi besar nominalnya dan mungkin menyelamatkan Anda di saat-saat terdesak. Hindari kebiasaan untuk langsung ‘mengamalkan’ uang receh tiap kali menerimanya sebagai kembalian. Lebih baik kumpulkan dalam satu tempat tertentu seperti sebuah toples dan ketika dirasa telah cukup banyak, tukarkan uang receh itu dengan uang kertas yang nominalnya sama.

10. Menerapkan Pola Hidup Sederhana

 Menerapkan Pola Hidup Sederhana
Menerapkan Pola Hidup Sederhana via static1.squarespace.com

Meski Anda berpenghasilan 10 juta ke atas setiap bulannya, hal itu tak akan menjamin Anda untuk selalu menjadi orang kaya. Orang yang dianggap kaya bisa menjadi kaya karena ketekunannya dalam mengumpulkan pundi-pundi rupiah lewat kerja keras mereka dan sangat menjaga pendapatan mereka dengan selektif dalam membuat pengeluaran. Pola hidup sederhana adalah cara yang paling ampuh dalam mempertahankan kekayaan sekaligus menjadi pola hidup terbaik yang paling cocok dengan sikap hidup hemat.

Baca Juga : 5 Cara Ampuh Dalam Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga

11. Disiplin Dalam Menabung

Menabung
Displin Dalam Menabung via cache-blog.credit.com

Kebiasaan disiplin dalam menabung merupakan sikap yang bersifat wajib dalam mewujudkan pola hidup hemat. Anda mungkin memiliki keinginan untuk aman secara finansial saat pensiun dari pekerjaan Anda sekarang, tetapi Anda tidak disiplin untuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk periode yang sudah Anda tetapkan sendiri. Jelas kemungkinan keamanan finansial Anda di usia senja lebih rentan.